SURABAYA – Era baru Persebaya Surabaya di bawah komando Bernardo Tavares dimulai dengan hasil gemilang. Bermain di hadapan ribuan Bonek di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (10/1/2026), skuad Bajul Ijo sukses menundukkan tim kuat Malut United dengan skor tipis 2-1.
Kemenangan ini terasa spesial karena dua alasan: menjadi kado manis bagi debut pelatih asal Portugal tersebut, sekaligus memutus rekor impresif Malut United yang sebelumnya tak terkalahkan dalam 11 pertandingan beruntun di Liga 1.
Gali Freitas Jadi Pembeda
Persebaya langsung tampil menekan sejak peluit awal dibunyikan. Meski sempat dikejutkan oleh peluang emas penyerang Malut United, Ciro Alves, pada detik ke-26 yang tendangannya melambung tipis, tuan rumah tetap tenang menguasai permainan.
Hujan deras yang mulai mengguyur GBT pada menit ke-13 justru membakar semangat Green Force. Satu menit berselang, Stadion GBT bergemuruh. Berawal dari visi brilian Bruno Moreira, umpan matangnya berhasil dikonversi menjadi gol indah oleh Gali Freitas lewat tembakan kaki kiri keras ke pojok gawang.
Tak puas dengan satu gol, Gali Freitas kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-37. Pemain asal Timor Leste ini sukses mencetak brace (dua gol) yang membawa Persebaya menutup babak pertama dengan keunggulan nyaman 2-0.
Taktik Disiplin Tavares
Memasuki babak kedua, Malut United di bawah asuhan Hendri Susilo mencoba bangkit. Mereka meningkatkan intensitas serangan dan berhasil mencuri satu gol balasan. Namun, solidnya lini pertahanan Persebaya yang dikoordinir Leo Lelis—khas gaya pragmatis namun efektif ala Tavares—membuat skor 2-1 bertahan hingga laga usai.
Dalam konferensi pers pasca-laga, Bernardo Tavares memuji kerja keras anak asuhnya. Kemenangan ini membuktikan bahwa strategi kolektif dan disiplin tinggi mampu meredam agresivitas lawan sekelas Malut United yang sedang dalam tren positif.
Dampak di Klasemen
Tambahan tiga poin ini sangat krusial bagi Persebaya untuk mendongkrak posisi mereka ke papan tengah-atas klasemen Liga 1. Sementara bagi Malut United, kekalahan ini menahan mereka di peringkat ke-4 dengan 34 poin, gagal memangkas jarak dengan pemuncak klasemen.
Hasil ini menjadi sinyal bahaya bagi tim-tim Liga 1 lainnya: Persebaya bersama Bernardo Tavares telah kembali ke jalur kemenangan dengan mentalitas baru yang lebih solid.
