JAKARTA – Harapan Persija Jakarta untuk mengamankan poin penuh di kandang sendiri sirna. Dalam laga bertajuk “Big Match” pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026, Macan Kemayoran harus mengakui keunggulan tamu mereka, Arema FC, dengan skor telak 0-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (8/2/2026).
Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Persija yang didukung penuh oleh The Jakmania tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 60%. Namun, disiplinnya lini pertahanan Arema FC yang dikomandoi eks kapten Persija, Hansamu Yama, membuat lini serang tuan rumah frustrasi.
Petaka di Babak Kedua Setelah bermain imbang tanpa gol di babak pertama, Arema FC mengejutkan publik Jakarta lewat serangan balik cepat yang berbuah gol pembuka. Tertinggal satu bola, pelatih Mauricio Souza menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil all-out. Kehadiran pemain baru seperti Mauro Zijlstra sempat memberi harapan, namun penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama.
Drama VAR dan Penentuan Skor Puncak drama terjadi di masa injury time. Saat Persija mengurung pertahanan lawan, Singo Edan melancarkan serangan balik kilat yang berakhir dengan gol kedua. Hakim garis sempat mengangkat bendera pertanda offside, memicu sorakan lega dari tribun penonton.
Namun, wasit utama memutuskan untuk berkonsultasi dengan Video Assistant Referee (VAR). Setelah peninjauan yang menegangkan selama beberapa menit, layar besar di stadion menunjukkan bahwa posisi penyerang Arema tipis di belakang bek terakhir Persija. Gol dinyatakan SAH. Skor 0-2 menutup laga, meninggalkan kekecewaan mendalam bagi tuan rumah.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Arema FC untuk merangkak naik ke papan tengah, sekaligus membuktikan bahwa strategi pragmatis Marcos Santos sangat efektif meredam agresivitas tim besar.
