Pesta Akhir Tahun di GBK, Persija Jakarta Gilas Bhayangkara FC 3-0

iper Bhayangkara FC Aqil Savik gagal menepis tendangan penalti Allano Lima dari Persija Jakarta dalam laga di GBK. Bola masuk ke sisi kiri gawang.

Momen Allano Lima sukses mengeksekusi tendangan penalti pada menit ke-45+5, membuka keunggulan Persija Jakarta 1-0 atas Bhayangkara FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

JAKARTA – Persija Jakarta menutup lembaran tahun 2025 dengan performa gemilang. Bermain di hadapan ribuan pendukung setianya, The Jakmania, Macan Kemayoran sukses melibas Bhayangkara FC dengan skor telak 3-0 dalam laga tunda Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (29/12).

Kemenangan ini menjadi bukti kedalaman skuad Persija. Meski tampil tanpa didampingi pelatih kepala Mauricio Souza yang terkena akumulasi kartu, serta absennya mesin gol Gustavo Almeida, Persija tetap mampu tampil dominan di bawah arahan asisten pelatih, Ricky Nelson.

Jalannya Pertandingan: Dominasi Sejak Awal

Sejak peluit kick-off dibunyikan wasit Thoriq Alkatiri, Persija langsung mengambil inisiatif serangan. Mengandalkan kecepatan Bruno Tubarao dan ketangguhan Eksel Runtukahu di lini depan, tuan rumah berkali-kali merepotkan pertahanan The Guardians.

Namun, gemilangnya penampilan kiper Bhayangkara FC, Aqil Savik, sempat membuat frustrasi lini serang Macan Kemayoran. Aqil tercatat melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menepis tembakan jarak dekat dari Eksel Runtukahu.

Kebuntuan akhirnya pecah di masa injury time babak pertama (45+5’). Berawal dari pelanggaran Nehar Sadiki terhadap Eksel Runtukahu di kotak terlarang, wasit langsung menunjuk titik putih. Allano Lima yang maju sebagai eksekutor dengan dingin menuntaskan tugasnya, menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 untuk Persija.

Drama Gol Bunuh Diri dan Roket Jordi Amat

Memasuki babak kedua, Bhayangkara FC mencoba keluar dari tekanan dengan skema serangan balik. Namun, alih-alih menyamakan kedudukan, gawang mereka justru kembali bobol pada menit ke-62.

Umpan silang tajam yang dilepaskan Bruno Tubarao dari sisi kanan pertahanan gagal diantisipasi dengan baik oleh bek senior Bhayangkara, Putu Gede. Bola sapuannya justru mengarah ke gawang sendiri, mengubah skor menjadi 2-0. Gol bunuh diri ini tampak meruntuhkan mental bertanding tim tamu.

Pesta Persija di GBK ditutup dengan aksi spektakuler pada menit ke-79. Bek tengah Persija, Jordi Amat, melakukan overlap mengejutkan hingga ke area pertahanan lawan. Setelah mengecoh Nehar Sadiki, Jordi melepaskan tendangan keras jarak jauh yang gagal dihalau Aqil Savik. Skor 3-0 bertahan hingga laga usai.

Dampak Klasemen

Kemenangan ini sangat krusial bagi Persija Jakarta untuk menjaga asa juara. Tambahan tiga poin membuat Macan Kemayoran kokoh di peringkat ke-3 klasemen sementara, menempel ketat para pesaing di papan atas.

Sementara bagi Bhayangkara FC, kekalahan ini memperpanjang tren negatif inkonsistensi mereka dan membuat tim asuhan pelatih tamu tersebut tertahan di papan tengah (peringkat 10).

Kemenangan di laga penutup tahun ini menjadi kado manis bagi The Jakmania sekaligus modal berharga menatap putaran kedua kompetisi usai jeda paruh musim nanti.