BANDUNG – Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akan kembali bergemuruh pada Kamis malam (26/2) saat sang pemuncak klasemen, PERSIB Bandung, menjamu tamunya, Madura United, dalam lanjutan pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026. Namun, laga ini menyimpan kecemasan tersendiri bagi Bobotoh: Maung Bandung harus berjuang tanpa komando langsung dari Bojan Hodak.
Ujian Mental Tanpa Bojan Hodak
Absensi Bojan Hodak akibat akumulasi kartu kuning menjadi tajuk utama. Ketidakhadiran pelatih asal Kroasia itu di pinggir lapangan seringkali menjadi “kartu mati” bagi Persib. Catatan kekalahan dari Malut United di putaran pertama saat Hodak absen menjadi hantu yang harus diusir oleh asisten pelatih, Igor Tolic. Mampukah Tolic menjaga stabilitas emosional pemain di tengah tekanan tinggi?
Wajah Baru, Ambisi Baru
Persib memasuki laga ini dengan skuad yang jauh lebih mewah dibanding awal musim. Kehadiran Layvin Kurzawa di sisi kiri pertahanan dan Saddil Ramdani di sektor sayap memberikan dimensi serangan yang lebih variatif. Meski begitu, rotasi pemain menjadi kunci mengingat Persib baru saja melakoni laga melelahkan melawan Persita tiga hari silam. Pemain seperti Sergio Castel dan Eliano Reijnders diprediksi akan menjadi pembeda jika lini tengah mulai kehabisan bensin.
Di kubu lawan, Madura United datang dengan semangat “perusak pesta”. Meski secara posisi klasemen tertinggal jauh, tim ini telah memperkuat fondasi mereka di bursa transfer Januari dengan mendatangkan bek tangguh Pedro Monteiro. Mereka diprediksi akan bermain pragmatis, menumpuk pemain di area penalti, dan mengandalkan kecepatan Mousa CDB untuk mengeksploitasi celah saat Persib asyik menyerang.
Analisis Taktis & Prediksi Skor
Persib secara statistik unggul segalanya, mulai dari penguasaan bola hingga rata-rata gol per pertandingan (1,52 gol/laga). Namun, jadwal padat dan absennya Hodak bisa membuat permainan Maung Bandung sedikit kurang terorganisir di menit-menit awal.
Prediksi Skor
Persib 1-0 Madura United. Kemenangan tipis namun krusial kemungkinan besar terjadi melalui skema bola mati atau aksi individu di babak kedua.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pembuktian bahwa kedalaman skuad Persib musim ini cukup tangguh untuk tetap menang meski tanpa sang nakhoda di bench.
