Drama di GBLA: Gol Tunggal Andrew Jung dan Petaka ‘Power Play’ Persita

Skor akhir pertandingan PERSIB vs PERSITA 1-0 di kompetisi BRI Super League dengan latar belakang Stadion GBLA.

PERSIB Bandung berhasil mengamankan poin penuh di GBLA dengan skor tipis 1-0 atas Persita Tangerang dalam laga penuh drama di penghujung babak kedua.

BANDUNGStadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) kembali menjadi saksi keangkeran bagi tim tamu. Dalam lanjutan pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026, Minggu (22/2/2026), Persib Bandung berhasil mengamankan tiga poin krusial setelah menundukkan tamunya, Persita Tangerang, dengan skor tipis 1-0.

Meski hanya tercipta satu gol, laga ini menyuguhkan tensi tinggi, taktik ekstrem, hingga drama kartu merah yang memaksa jantung penonton berdegup kencang hingga peluit akhir dibunyikan.

Kebuntuan yang Dipecah Andrew Jung

Sejak sepak mula, Persib yang dipimpin Bojan Hodak langsung mengambil inisiatif serangan. Namun, tembok pertahanan Persita yang dikomandoi Javlon Guseynov tampil sangat disiplin. Babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata 0-0.

Memasuki babak kedua, Maung Bandung meningkatkan intensitas. Hasilnya berbuah manis di menit ke-50. Berawal dari umpan terukur Luciano Guaycochea, Andrew Jung berhasil melepaskan diri dari kawalan dan menceploskan bola ke gawang Igor Rodrigues. Skor 1-0 ini membakar semangat ribuan Bobotoh di tribun.

Strategi ‘Power Play’ dan Petaka Kartu Merah

Memasuki sepuluh menit terakhir, Persita yang tak ingin pulang dengan tangan hampa melakukan perjudian taktik. Pelatih Persita menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain habis-habisan dalam mode all-out attack atau yang menyerupai strategi Power Play di futsal. Hampir seluruh pemain Persita, termasuk para bek, berada di garis depan untuk mengepung pertahanan Persib.

Namun, strategi berisiko tinggi ini justru berbuah petaka. Melalui skema serangan balik cepat, pemain Persib berhasil mencuri bola dan berlari bebas menuju gawang yang lowong. Dalam situasi satu lawan satu di luar kotak penalti, kiper Persita Igor Rodrigues terpaksa melakukan pelanggaran keras demi menghentikan gol kedua.

Wasit tanpa ragu langsung mencabut kartu merah dari sakunya, namun wasit sempat melakukan pemeriksaan VAR untuk memastikan keputusannya tersebut. Insiden di masa injury time ini menghancurkan momentum kebangkitan tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut.

Kokoh di Puncak Klasemen

Kemenangan ini tak hanya menjadi ajang balas dendam atas kekalahan Persib di putaran pertama lalu, tetapi juga mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen sementara. Bagi Persita, kegagalan memaksimalkan strategi di menit akhir menjadi pelajaran berharga tentang risiko transisi dalam sepak bola.